Showing posts with label dear................ Show all posts
Showing posts with label dear................ Show all posts
Friday, April 18, 2014
Sunday, January 1, 2012
HAPPY NEW YEAR 2012!
HAPPY NEW YEAR 2012 TO ALL —As the curtain falls on 2011 and the spotlight moves towards 2012, I wish you all many blessings, joy, peace, love, hope, success and strength.
As you go, be outrageous, be funny, be a clown, be jumpy, be sophisticated, be classy, be observant, even laugh out loud at random moments, as long as it is you!
As you embark on this new year, do not forget to take you along. Many times, we make new year resolutions based on what others are or are doing. It is okay to want to be better, but be a better you, nothing else or nothing less. Love and work on you.
Even as this year 2012 as already started and the buzz of routine sets in, I wish you the greatest gift in the world - Allah Whoever you are, beautiful, familiar stranger that you are reading this post, I pray you encounter Allah in this year 2012 and if you already have, I pray with all my heart you only fall deeper into the greatest love story we could ever experience.
Thank you for following. Stay tuned - My story didn’t end in 2012. It only gets better
❖❖❖AAP..
Label:
dear...............,
what i want,
wish
Monday, October 10, 2011
Thursday, September 22, 2011
Monday, September 12, 2011
Hallo~
Long time no see! kangen sekangennya sama blog tercinta :"""
Tangan udah kaku udah lama gak nulis -_-v
Bingung? ya bingung skrg yg gue rasain. Bingung mau nulis tentang apa wkwk
Banyak cerita banyak pelajaran yg gue dapet dari 4bulan terakhir mungkin sekarang gue belom bisa dianggap sebagai seorang yg dewasa tapi ya inilah hidup semua kedepannya ga ada yg tau ga ada yg bisa nebak gimana cerita atau alur selanjutnya. Ini semua yg gue rasain. Manusia bisa berencana tapi Tuhan yg menentukan segalanya *gue sok bijak wkwk*. Ya ini gue anggap 'Jalannya Allah' dan sedikit usaha dari berbagai pihak yg ngedukung.Haha gue lucu banget ya tiba -tiba langsung bisa cerita yg begituan. Tapi gapapa dong ya anggap lah curhat colongannya adell ._.v
Udeh ah skip ---------------------------
Hem cuma mau bilang Terimakasih sekali buat yg udah bisa ngehargain keputusan gue :')
Label:
activities,
curcol,
dear...............,
love life,
wish
Thursday, June 9, 2011
Wednesday, June 1, 2011
Welcome June
Look, 2011 is so fast. You can see, its already june today! Selamat datang Juni, dibulan ini saya harap semuanya berjalan sesuai. Sesuai dengan yg diharapkan. Intinya mendapatkan kebahagian hidup dibulan ini dan seterusnya. Dan selalu mengerti satu sama lain : Abell, Agol, Arne, Chila, Tata, Tama, Uul, Windi
June please bring me the joyfull life.
Anw, Selamat hari lahirnya pancasila. Hiduplah sesuai dengan amalan pancasila.
June please bring me the joyfull life.
Anw, Selamat hari lahirnya pancasila. Hiduplah sesuai dengan amalan pancasila.
Label:
dear...............,
text,
TS ~,
wish
Sunday, April 17, 2011
I feel so tireeeed
Gatau kenapa hari ini mood gue bener22 ancur. Penat iya! Duh tau ga sampe jam sgini nykp masih sempet aja ngocehin gue. Mumet sumpah otak gue padahal cuma gara22 kecil. Ya allah. Aku sadar ma kita bukan orang kaya tapi masak dengan aku online buat ngehibur diri aku sendiri dibilang ga sadar atauapalah itu. Hhh memang aku yg terlalu berlebihan yang selalu mau ngetweet terus online terus ga inget waktu ga inget pelajaran, tapi setidaknya mama ngerti! Capek musti diingetin terus, capek musti diocehin ini itu segala macem. Mau jadi apa kamu kalo tiap hari kerjaannya itu mulu. Capek dengan kalimat yg seperti itu. Please ngertiin! Gue tau nykp gue bener22 sayang sama gue tapi ga gini juga caranya. Sebenernya sih gue baru kali ini nulis soal perasaan gue ttg nykp bkp ataupun keluarga. Gue tipe orang yg ga mudah untuk cerita ttg keluarga atau apapun ke orang lain. Tapi sekarang gue mau sedikit ngurangin tekanan dalam diri gue dengan gue nulis kayak gini. Gue tau seharusnya gue ga kayak gini, gue berlebihan banget. Udah sering bgt gue diginiin dan seharusnya gue ga perlu nulis kayak gini. Tapi gapapalah ya yg gue bilang tadi buat ngurangin tekanan sedikit. Yaudahlah gue gapapa kok! Gue sayang sama nykp gue sayang bgt! Gue tau nykp ngelakuin ini semua buat gue, buat masa depan gue! Hm i love you so damn much ma!! :* :* *bighug ma!!
Anw, i need more sleep and rest!
Good n-i-g-h-t everyone, sleepy and byeeeeeeeee
Anw, i need more sleep and rest!
Good n-i-g-h-t everyone, sleepy and byeeeeeeeee
Label:
AAP,
activities,
dear...............,
text,
wish
Sunday, April 3, 2011
what I want
IT'S NOT A LONG
A PRIL
Oke gue harap gue bisa realisasikan list gue ini, amin ya allah!
1. It's the Nooyogurt from Nooka.
2. Edgy Glasses
3. Softlens ( ngebet banget minta dibeliin nykp bkp ga ngasih. Must get it. )
4. Aquarium ikan hias yg dulu sempet ga keurus
5. Have many cardigan ♥
Label:
activities,
dear...............,
text,
wish
Saturday, April 2, 2011
Hi HATERS!
THANK YOU MAKE ME FAMOUS
hey you! with you hate me, can make my life be better because I can introspecting themselves and of course fix it.
(Inspiration of Tamara Indasari)
(Inspiration of Tamara Indasari)
Label:
activities,
dear...............,
wish
Thursday, March 31, 2011
full activity in today
pasca buka puasa gue lebih bersemangat buat apapun wahaha maklum perut ga diisi seharian dan gue juga ga sahur. oh dek apa-apa. Alhamdulillah tadi buka pake es sop buah yg segeeeer. oke, gue mau cerita dikit disekolahan tadi. hari ini lumayan menyenangkan ga buruk22 amat. dimulai dari pelajaran kimia, masuk ke lab kimia buat belajar nentuin titrasi asam-basa. yah disana perut gue dibuat ngocol tata sama windi haha gara-gara nuangin zat-zat dalem satu gelas kimia apa ga bu widya was-wasan tuh kena oceh pulak lanjut biologi, right? ya seperti biasa presentasi, kali ini kelompoknya jack yg maju trus dilanjutin sama curhat colongannya bu niswana cks. dari cerita ditilang sampe ketemu murid yg ngindar gitu adeh iyain ajalah daripada ngambek kan wahaha ._.v nah giliran bahasa dikasih tugas sama bu halimah tumben22an kan ya bu halimah ngasih tugas ke kelas kita biasanya ga pernah woalah iya soalnya kalo hari kamis pak dadong teaam teachingnya sama bu halimah. kali ini kita dikasih tugas lagi-lagi nentuin unsur-unsur instrinsik cerpen ya satu kelompok 4orang tepat sekali bukan? saatnya kami berkumpul wahaha gue, tata, agol, sama windi. kedapetan novel yg bener-bener bagus kelar baca bulu kuduk bener-bener merinding. Yuk dibaca dulu cerpennya!
" Foto Ibu"
Sudah kupikir masak-masak; jika aku kelak membuat tato, maka tato itu adalah wajah ibuku. Akan kuukir di kulit punggungku, lebih tepatnya lagi di bagian tengah punggung agar tak kelihatan jika aku memakai baju berpunggung agak rendah, atau kaos yang terlalu tinggi potongan pinggangnya, atau baju renang. Aku tak ingin ibuku melihatnya. Tentu ia akan mengamuk jika tahu aku membuat tato, meskipun itu tato wajahnya. Aku bisa membayangkan ibuku akan berkhotbah; orang yang ada gambar di kulit, shalatnya tidak akan diterima, lalu akan masuk neraka. Sayangnya aku tak percaya neraka itu ada, seperti pesimisnya aku akan keberadaan surga. Yang aku percaya adalah reinkarnasi. Tapi ibuku percaya, dan aku tak mau mengecewakannya. Cita-cita ibuku adalah: kami sekeluarga—Ibu, aku, kedua adikku, dan bapakku— masuk surga bersama-sama. Sedang cita-citaku adalah: di kehidupan yang akan datang, aku ingin dilahirkan sebagai ibu dari ibuku agar aku bisa membalas kasih sayangnya di kehidupan yang sekarang.
Ibu pernah muda. Itulah kesimpulan yang kutarik ketika kami membuka-buka kembali album foto lama keluarga. Ia pernah menjadi gadis yang baru berkembang. Meski sekarang Ibu melarangku memakai celana pendek (terutama jika bepergian), toh kutemukan selembar foto Ibu sedang bergaya mengenakan celana pendek yang sekarang populer dengan sebuatan ”hot pants”. Ketika itu, usianya sekitar 13 tahun. Tipikal foto zaman itu, bagian tepinya dipotong dengan cara yang khas, seperti diukir. Kenapa foto-foto sekarang tidak dipotong demikian, ya? Aku tak pernah mendengar cerita Ibu punya pacar ketika berusia ABG (anak baru gede). Aku ingat ketika duduk di bangku SMP, Ibu marah-marah padaku saat seorang teman laki-lakiku mulai rutin menelepon ke rumah. Tentu saja, temanku itu naksir aku. Meski tidak naksir dia, aku tetap menerima teleponnya baik-baik. Ibu mulai rajin angkat telepon. Jika itu ditujukan untukku, Ibu kerap berkata bahwa aku sedang tidur atau sedang belajar. Jika pun disampaikan padaku, Ibu akan menginterogasinya terlebih dahulu. Ibu mulai menghapal suara teman-temanku.
Ibu pernah muda. Itulah kesimpulan yang kutarik ketika kami membuka-buka kembali album foto lama keluarga. Ia pernah menjadi gadis yang baru berkembang. Meski sekarang Ibu melarangku memakai celana pendek (terutama jika bepergian), toh kutemukan selembar foto Ibu sedang bergaya mengenakan celana pendek yang sekarang populer dengan sebuatan ”hot pants”. Ketika itu, usianya sekitar 13 tahun. Tipikal foto zaman itu, bagian tepinya dipotong dengan cara yang khas, seperti diukir. Kenapa foto-foto sekarang tidak dipotong demikian, ya? Aku tak pernah mendengar cerita Ibu punya pacar ketika berusia ABG (anak baru gede). Aku ingat ketika duduk di bangku SMP, Ibu marah-marah padaku saat seorang teman laki-lakiku mulai rutin menelepon ke rumah. Tentu saja, temanku itu naksir aku. Meski tidak naksir dia, aku tetap menerima teleponnya baik-baik. Ibu mulai rajin angkat telepon. Jika itu ditujukan untukku, Ibu kerap berkata bahwa aku sedang tidur atau sedang belajar. Jika pun disampaikan padaku, Ibu akan menginterogasinya terlebih dahulu. Ibu mulai menghapal suara teman-temanku.
”Ini foto waktu aku sudah lulus kuliah dan mau cari kerja,” komentar Ibu pada selembar foto hitam putih. Di foto itu, rambut Ibu kelihatan tinggi oleh sebab mengenakan wig. Menurut Ibu, pas foto zaman sekarang terlalu kaku. Semua melihat ke arah kamera. Jika kau terlalu menunduk, jidatmu yang lebar akan terlihat semakin jembar. Sedang jika terlalu mendongak, maka bibirmu kelihatan tambah maju. Belum lagi baju yang harus berkerah, semakin menambah kesan kaku. Ibu berfoto demikian baru ketika akan menikah. KUA mengharuskan foto model kaku begitu. Lalu setelah menikah, disusul pas foto kaku lainnya yang sengaja diambil secara massal berbarengan dengan ibu-ibu Dharma Wanita kelompoknya. Tentu saja latar yang dipergunakan berwarna merah, dengan seragam Dharma Wanita berkelir pink keungu-unguan.
”Zaman dulu, semua pas foto lamaran kerja berupa ’profil’ yang kupingnya harus kelihatan dan difoto menyamping,” jelas Ibu. Memang kelihatan lebih anggun.
”Zaman sekarang, kalau aku melamar kerja dengan foto model begitu, pasti tidak diterima. Bisa-bisa disangka genit pula kirim foto model gitu,” ujarku.
Ibu ingin aku menjadi pegawai negeri, ”Lebih bagus lagi kalau bisa kerja di bank!” ujar Ibu ketika aku baru lulus kuliah. Sejujurnya, aku tak tertarik bekerja di bank meski ada uang pensiun. Bapakku bekerja di bank. Dulu, ibuku sering bilang, ”Siapa tahu nanti bapakmu bisa memasukkanmu ke bank ini atau ke bank itu.”
Suatu hari aku mengantarkan Ibu pergi ke bank untuk mengambil uang (ketika itu ATM belum trend), teller-nya cantik-cantik dengan make-up tebal, seragam necis, ruang kerja ber-AC. Nasabah bergantian dilayani. Tiba-tiba aku melihat mereka mirip robot yang sudah diprogram; caranya memberi salam, melayani, tersenyum, sampai mengucapkan terima kasih. Aku keluar bank dan mendapati diriku muntah-muntah demi melihat itu semua. Sejak itulah aku bersumpah tak mau kerja di bank. Tapi Ibu punya cerita lain lagi soal bank:
”Waktu aku kecil,” Ibu memulai ceritanya, ”Kakekmu itu kerjanya pedagang. Kalau lagi ramai, kami sekeluarga jadi kaya. Tapi kalau lagi sepi, kami bisa kelaparan. Suatu hari, ketika kami sedang kelaparan, aku melihat ada pegawai bank yang makan bakso yang mangkal di depan kantornya. Mereka bisa mengambil sendiri bakso yang mau dibeli. Sejak itu, cita-citaku ingin kerja di bank atau punya suami pegawai bank.” Dan, ternyata Tuhan mengabulkan doa-doa ibuku (ngomong-ngomong cerita ini kerap diulang-ulang dituturkan padaku).
Kami membuka-buka kembali album foto yang berserakan. Aneh, begitu banyak gambar Ibu, tetapi kesemua seolah hanya bercerita tentang satu cerita. Jika dipikir-pikir, ibuku itu sebetulnya hobi difoto. Ada banyak gambar dengan kostum yang berbeda-beda. Entah itu sedang duduk di depan kaca, sambil memegang bunga, mengenakan pashmina, duduk di bangku taman, berdiri di dekat sebuah mobil (yang zaman itu) mewah, dan lain-lain. Aku jadi geli sendiri. Bahkan aku pun tidak se-banci-kamera itu. Terakhir aku niat difoto dengan mimik cantik dan pakaian anggun adalah setelah Ibu berhasil memasukkanku untuk kursus pengembangan kepribadian. Menurut Ibu, anak gadis satu-satunya ini terlalu tomboy, kursus itu dianggapnya mampu menyelamatkan masa depanku.
Foto pernikahan Ibu yang dicetak besar hanya ada satu, yaitu ketika difoto bersama orangtua dan mertuanya (kakek dan nenekku). Ibu dan bapakku berpakaian adat Jawa, lengkap dengan paes dan blangkonnya. Mereka menikah dengan pakaian adat Yogyakarta. Konde Ibu kempis. Mungkin zaman itu belum musim pengantin dihairspray. Di foto ini, Ibu dan bapakku kelihatan serius dan agak tegang.
”Dulu sebelum bapakmu, pacar Ibu pilot.” Kuingat Ibu pernah bercerita demikian. Dulu…, dulu sekali, waktu aku masih SD. Lalu aku membayangkan punya bapak yang bisa menerbangkan pesawat. Pasti keren.
”Kok tidak menikah sama yang itu saja, Bu?” tanyaku waktu itu.
”Dia meninggal, pesawatnya kecelakaan,” ujar Ibu. Seraya gambar pesawat di kepalaku terlihat njebluk ke tanah. ”Lagi pula, kalau Ibu menikah sama dia, kamu tidak bakalan lahir,” sambung Ibu.
Aku tak pernah menanyakan lagi pada Ibu tentang pacarnya yang dulu. Yang kutahu kemudian, Ibu cukup bahagia hidup dengan bapakku. Ada aku dan adik-adikku yang meramaikan hidup mereka. Aku tak pernah membaca kesusahan di wajah Ibu, tak pula membaca kegirangan yang teramat sangat. Hidup ibuku berjalan seperti seharusnya kehidupan seorang perempuan; sekolah, menikah satu kali, membesarkan anak, mengurus rumah, menjahit, menanam bunga, sementara suaminya bekerja.
Gagal menikah dengan pilot, cintanya tertambat pada seorang pegawai bank. Baginya, kerja di bank berarti kemapanan; ada gaji tetap, ada tunjangan untuk keluarga, ada uang pensiun. Singkatnya, kehidupan terjamin.
Ibuku selalu bilang bahwa seorang istri membawa rezeki sendiri-sendiri bagi suaminya. Setelah menikah dengan Ibu, karier bapakku terbukti menanjak. Mereka memulai hidup dari nol. Hingga kemudian bisa beli tanah, beli mobil, bikin rumah yang bagus. Konon, sampai-sampai kakekku ketika berkunjung ke rumah baru mereka bergumam begini, ”Masya’allah…, anakku bisa bikin rumah sebesar ini!” Tapi aku lalu menemukan kenyataan lain; teman sekolahku, bapaknya kerja jadi tukang becak. Jelas-jelas itu bukan karier yang menanjak. Aku bertanya-tanya, apa dulunya sebelum orangtua temanku menikah, bapaknya itu pengangguran? Sehingga jadi tukang becak saja berarti sudah merupakan kenaikan pangkat. Hingga suatu hari aku membuka-buka sebuah majalah tua, sebuah artikel menarik perhatianku; ’Letak Tahi Lalat dan Artinya’. Aku menemukan satu rahasia! Ibuku punya semacam tahi lalat di ujung jemarinya, tepatnya di salah satu jari manis tangannya. Konon, perempuan dengan tahi lalat di posisi ini, membawa rezeki untuk suaminya! Tiba-tiba aku jatuh kasihan, ibunya temanku pasti tidak punya tahi lalat di ujung jarinya….
Kubandingkan foto-fotoku dengan foto-foto ibuku. Ada gambar aku cemberut, tertawa keras-keras, bergaya ala rapper, sampai foto aku menangis gara-gara rebutan bantal kesayangan dengan adikku. Foto-foto Ibu, tak ada satu pun yang berekspresi berlebihan. Wajahnya selalu dengan senyum tertahan yang tak genap menjadi sunggingan. Ibu bahkan sangat jarang memperlihatkan geliginya di foto. Mimiknya selalu tenang. Ia tahu sudut mana dari wajahnya yang paling apik ketika difoto. Rambutnya pun tak pernah tak rapi. Berbeda denganku, yang bersisir pun malas. Bahkan ada fotoku yang baru bangun tidur dengan rambut acak-acakan. (Taruhan, ibuku pasti tak akan mau difoto ketika bangun tidur). Ibu selalu menganggapku terlalu emosional, mungkin Ibu benar. Buktinya, lihat saja foto-fotoku. Mulai dari menutup pintu yang menurutnya terlalu keras (aku selalu menganggap ini bukan salahku, melainkan salah pintunya yang susah dibuka-tutup), berjalan dengan langkah yang terlalu tergesa, hingga memencet mesin ketik dengan keras sehingga menimbulkan bunyi berisik (dan menurutku ini pun salah mesin ketiknya yang terlalu keras untuk dipencet). Ketika aku marah akan suatu hal yang mengesalkan, ibuku mengingatkan bahwa berdoa lebih baik ketika sedang merasa teraniaya. Sebab Tuhan akan menjamin doamu terkabul. Tentu ini lebih baik ketimbang marah-marah tak jelas juntrungannya. Ketika aku sedang senang dan tertawa cekikian dengan teman-teman pun, Ibu tak alpa mengingatkan, ”Jangan terlalu girang!” Sebab bisa saja setan lewat dan mengubah segala kesenangan jadi musibah.
Aku tak pernah mengingat Ibu menangis, tidak sebelum kejadian itu; ketika foto seorang anak ditemukan di dalam dompet Bapak. Ketika itu, aku sudah tahu…, dan Ibu pun sebetulnya tahu…, tapi tak ada dari kami yang berani mengutarakannya. Toh Ibu masih berusaha berpikiran baik perihal kemungkinan-kemungkinan foto seorang anak yang ketinggalan dan dipungut bapakku di pinggir jalan. Ia tak menanyakan langsung pada Bapak. Hingga detik ia tak mampu lagi menahannya; aku bersembunyi di ruang sebelah sambil memasang kuping lebar-lebar. Ibu menangis sambil membanting pot kembang plastik yang tak pecah. Bapak mengaku; foto itu adalah anak Bapak dari perempuan lain. Sementara setelah kejadian itu aku mengeluarkan segala sumpah serapah kebun binatangku pada Bapak, sedang ibuku cuma bilang, ”Bapakmu…, aroma surga pun tak akan pernah diciumnya!” Itu kalimat paling kasar yang pernah diucapkannya. Ibuku terdiam lagi ketika pembantu kami mengelap air dan menyelamatkan nyawa tanaman hias yang tumpah dari pot kembang.
Ibuku, seperti foto-fotonya, tahu sisi mana yang paling apik yang harus diperlihatkan kepada orang lain. Kepadaku. Meski itu berarti ia harus menahan diri. Aku tahu Bu, sesekali kau ingin girang menari. Maka, izinkanlah jarum bertinta itu bermain di kulitku, kau boleh berdansa di punggunggku.***
udah dibaca kan ya pastinya, gimana keren banget kan?
oke lanjut sama pelajarannya pak jo, ini nih bapak yg ga bosen-bosennya ngasih materi Indirect speech pake disuruh ngelapor 7kali lagi masyaaa. next, matematik yg ngajar guru kesayangan dong, pak heri! pertamanya anak kelas pada gamau ulangan nah diinget-inget kalo ulangannya ditunda hari senin bakal ada bu rita jadi anak kelas memutuskan buat ulangan hari ini tanpa persiapan ya walaupun ntar ngisinya mau ga mau buka catetan. haha karna ga bisa ngisi no 9 sama 10 akhirnya kebanyakan anak kelas yg dapet nilai 85 lumayan lah. trus dari pertengahan ulangan itu gue sempet ngerekam kegiatan kelas kita pas ulangan eh eh ternyata videonya ntah keselip atau kehapus. tau deh ya hell bgt kan ancur banget mood gue gara-gara itu. oke kembali ke topik akhirnya kita pulang dengan hati yg senang uwo lebay banget gue.
sampe sini ajelah ya, mau makan nasi dulu. berightbackyeh !
Label:
activities,
dear...............,
text
Wednesday, March 30, 2011
Dicekik plastik *Reblog
Dicekik Plastik

Sabtu pagi. Akhir pekan. Keramaian manusia di pusat perbelanjaan. Sungguh bukan pemandangan baru. Tapi saya baru tahu, mengantre di kasir supermarket di hari Sabtu pagi bisa menjadi pengalaman yang begitu miris dan mengiris.
Pagi itu saya belanja di Carrefour sendirian. Sambil menunggu pembelanja sebelum saya yang belanjaannya sampai dua troli, saya mengamati sesuatu. Lewat pengeras suara, beberapa kali terdengar imbauan untuk mengurangi sampah plastik, bahwa Bumi sedang mengalami pemanasan global, dan sudah tersedianya kantong belanja ramah lingkungan yang bisa dibeli dengan harga terjangkau (ada dua pilihan: dua ribu perak berbahan plastik daur ulang dan sepuluh ribu perak untuk yang berbahan polyethylene).
Lalu di dekat kasir, tertempel sebuah stiker yang bunyinya kira-kira begini: petugas kasir diharuskan untuk menawarkan isi ulang pulsa dan kantong belanja ramah lingkungan pada para pembeli. Saya memperhatikan kiri-kanan, termasuk pada saat giliran saya membayar tiba. Memang betul saya ditawari pulsa. Tapi tidak kantong belanja tadi.
Dan, berbarengan dengan pengumuman yang bergaung di seantero toko mengenai pemanasan global, saya mengamati bagaimana belanjaan demi belanjaan dimasukkan ke kantong-kantong kresek oleh tangan-tangan gesit yang sudah bergerak terampil bagai robot. Tak sampai penuh, bahkan kadang setengah pun tidak, mereka mengambili kantong plastik baru. Yang belanja pun tenang-tenang saja menyaksikan. Kenapa tidak? Berapa pun kantong plastik yang dipakai, itu sepenuhnya terserah pihak supermarket. Gratisan pula.
Sambil mengamati gerakan tangan gesit petugas, dalam hati saya bertanya: haruskah seboros itu? Barangkali memang kebijakan dari toko yang mengharuskan berbagai jenis barang untuk tidak digabung dalam satu kantong. Tapi kenyataannya, kantong-kantong plastik setengah penuh itu hanya berfungsi sebagai alat angkut dari kasir menuju troli, lalu dari troli menuju bagasi mobil, lalu dari mobil menuju rumah. Kalaupun beberapa barang beda kategori tersebut harus digabung, asal tidak terkocok-kocok di mesin pengaduk semen,seriously, what harm can possibly be done with those stuffs?
Saat saya harus maju, memang saya terlihat lebih repot dari yang lain. Saya mengeluarkan tiga kantong yang saya bawa dari rumah, lalu mengisinya sendiri. Bukan apa-apa. Kadang-kadang akibat pelatihan yang mengharuskan para petugas supermarket untuk memilah-milah barang membuat mereka seringkali tampak canggung dan melambat ketika harus menggabungkan santan kotak dengan kapas, atau piring dengan brokoli, atau pasta gigi dengan selai. Sementara bagi saya itu bukan masalah. Tiga kantong yang saya bawa dari rumah tampak gendut dan sesak. Beberapa barang besar seperti beras dan deterjen tiga kiloan saya biarkan di troli tanpa plastik.
Melajulah troli saya yang jadinya tampak aneh di tengah troli-troli lain yang didominasi tumpukan kresek putih. Rata-rata orang keluar dari sana membawa 4-6 kantong kresek. Belum termasuk plastik-plastik yang membungkusi buah dan sayur. Jika semua ini direkam dalam video, lalu satu demi satu gambar dihilangkan dan dibiarkan gambar plastiknya saja, niscaya kita akan melihat buntelan-buntelan putih licin yang mengalir bagai sungai dari supermarket menuju parkiran.
Superindo punya kebijakan yang selangkah lebih mending. Jika belanjaan kita cukup banyak maka petugas di kasir akan menawarkan pemakaian dus. Dan sudah ada dus-dus yang disediakan dalam jangkauan, hingga tak perlu tunggu lama untuk cari-cari ke gudang. Beberapa kali saya mengantre di kasir Superindo, saya menemukan banyak pembeli yang menolak pakai kardus meski belanjaan mereka banyak. Entah apa alasannya. Mungkin menurut mereka kurang praktis. Atau tidak terbiasa. Seperti Carrefour, Superindo juga menjual green bag, kantong belanja yang bisa dipakai berkali-kali.Green bag tersebut pun bisa didapat dengan gratis. Caranya? Mengumpulkan 70 stiker. Satu stiker didapat dengan belanja 10 ribu, dan stiker berikutnya di kelipatan 50 ribu. Jadi belanjalah dulu 10 ribu sebanyak 70 kali, atau belanja 3,5 juta untuk mendapatkan tas itu secara cuma-cuma. Wow.
Kasir di Ranch Market selalu bertanya pada pembeli: "Apakah struknya perlu dicetak?" dan ketika kita menjawab 'tidak' (karena seringnya memang tidak dilihat lagi juga), maka dia tidak akan mencetakkan struk yang berarti penghematan kertas. Sedang dilaksanakan pula kegiatan adopsi pohon dengan biaya 95 ribu, di mana kita akan mendapatkan satu kantong belanja bahan kain goni yang ukurannya cukup besar dan satu pohon akan ditanam atas nama kita di Gunung Rinjani. 'Saudara'-nya Ranch Market, yakni Farmer's Market, secara rutin mengadakan hari "Belanja Tanpa Kantong Plastik", di mana setiap Selasa minggu ke-2 Farmer's tidak menyediakan kantong plastik sama sekali. Sama seperti Carrefour dan Superindo, jaringan ini juga menjual green bag dari bahan kain seharga 10 ribu-an.
Memang, dibandingkan beberapa tahun yang lalu, inisiatif dari pihak supermarket/hipermarket sudah jauh lebih baik dan kreatif. Namun, apakah tidak bisa kita bergerak lebih cepat, lebih tajam, dan lebih langsung? Dan, mungkinkah perspektif yang digunakan pun sebetulnya terbalik? Jika benar-benar ingin mengurangi sampah plastik, kenapa justru pembeli yang tidak ingin menggunakan kantong kresek malah menjadi pihak yang harus mengeluarkan biaya ekstra dan tidak mendapat insentif apa pun? Sementara yang pakai kantong kresek tetap melenggang kangkung tanpa sanksi apa-apa? Tidakkah ini jadi mengimplikasikan bahwa gerakan go-green itu 'lebih mahal' dan 'repot', sementara yang sebaliknya justru 'gratis' dan 'praktis'? Di mata saya, penjualan kantong-kantong ramah lingkungan tersebut pun, selama masih menggunakan bahan baku baru dan bukan hasil daur ulang, akhirnya cuma jadi komoditas biasa. Seperti halnya jualan sabun atau sayur. Sementara yang paling penting adalah BERHENTI memproduksi barang baru dan menggunakan ulang apa yang ada. Yang paling penting bukanlah mencetak tulisan "Selamatkan Bumi" di selembar kain kanvas atau di kain polyethylene lalu menjudulinya tas ramah lingkungan, melainkan membuat kebijakan yang benar-benar realistis dan berpihak pada lingkungan.
Dari data yang saya baca, di jaringan Superindo sendiri, penggunaan kantong kresek bisa mencapai 300.000 lembar per hari. 700 ton sampah plastik diproduksi hanya oleh Jakarta saja. Dan menurut Kementrian Lingkungan Hidup, komposisi sampah plastik di kota-kota besar seperti Surabaya dan Bandung meningkat sejak tahun 2000 dari 50% ke 70%. Kita benar-benar sudah dicekik plastik.
Pikiran saya terus berandai-andai: jika memang pemerintah tidak berbuat sesuatu untuk menekan produksi dan penggunaan kantong plastik, dan andai saya adalah pengambil keputusan di rantai supermarket tadi, maka saya akan menetapkan harga 2000-5000 rupiah untuk satu kantong kresek, yang barangkali akan lebih efektif untuk 'memaksa' orang membawa kantong sendiri ketimbang menjual kantong ramah lingkungan seharga 10 ribu. Dana dari 'sanksi' kantong kresek tersebut lalu disalurkan untuk kegiatan penghijauan dan aktivitas lingkungan hidup lainnya. Di sebagian negara di Eropa, ternyata pengenaan biaya pada kantong belanja telah berhasil menurunkan sampah kantong plastik hingga 90%.
Saya cukup salut dengan keberanian Makro. Barangkali cuma di Makro berlaku peraturan tegas di mana konsumen harus mengeluarkan uang 2000 rupiah untuk setiap kantong belanja. Setiap pembeli yang pergi ke sana mau tak mau harus siap mental untuk membawa kantong belanja sendiri atau berebut dus-dus kosong yang memang disiapkan di sana. Kebijakan seperti itu dapat dimaklumi karena Makro memang menjual barang-barang berukuran dan berkuantitas besar, jadi alasannya tidak melulu lingkungan. Namun bukannya tidak mungkin jaringan supermarket dan hipermarket lainnya mengikuti jejak Makro dengan mengusung alasan lingkungan, sebagaimana yang digaungkan lewat pengeras suaranya.
Saya keluar dari aliran sungai plastik tadi menuju mobil. Hati masih miris dan teriris. Sesekali bertanya, apakah khayalan saya ketinggian? Apakah realistis jika berharap pihak produsenlah yang berani muncul dengan kebijakan tegas, sementara para konsumennya sendiri tidak mau belajar mengedukasi dan melatih dirinya? Namun, sampai kapan kita bertahan di balik sekat-sekat kaku yang memisahkan pembeli dan penjual, pemerintah dan masyarakat? Sementara belitan plastik yang mencekik tanah dan air Indonesia sudah terlihat jelas di depan mata.
Label:
dear...............,
reblog,
text,
wish
Tuesday, March 29, 2011
Saturday, March 26, 2011
26 facts about me
Adella Atika Prasty merupakan sosok yang boleh dikatakan lumayan sulit untuk bergaul. Ya mungkin karena itu banyak teman-teman yang tidak mengenal dan mengerti bagaimana sosok saya yang sebenarnya. Hal itu tidak dapat dipungkiri sering kali menimbulkan persepsi yang salah mengenai diri saya.
Oleh karena itu semua yang saya tulis di dalam blog ini, saya berusaha untuk menyampaikan semua kejadian, tanggapan, maupun hal-hal mengenai diri saya.
Dan dibawah ini 26 hal atau kejadian mengenai diri saya. Check it out yah guys !
Oleh karena itu semua yang saya tulis di dalam blog ini, saya berusaha untuk menyampaikan semua kejadian, tanggapan, maupun hal-hal mengenai diri saya.
Dan dibawah ini 26 hal atau kejadian mengenai diri saya. Check it out yah guys !
1. Lahir di medan 26 juli 1994, di RS Islam Malahayati, Medan Pukul 23.35 WIB
2. Sekarang duduk dikelas XI IA 4 di SMA N 1 Pangkalpinang
3. Kembaran dari Abella Ananda Prasty
4. Hasil dari pernikahan Sujari & Sriwahyuni dan memiliki seorang adik laki-kali, M Irgy Putra Prasetya
5. Purna Paskibra Indonesia kota Pangkalpinang 2010
6. Dikelilingi sama temen0temen yg beneran gue sayang walaupun kadang-kadang sering beda pendapat
7. Baru 2kali pacaran, rekor pacaran tercepat 2minggu
8. Rambut sekarang ga karuan gara-gara dipotong pas mau pengibaran bendera 17 Agusutus 2010 kemarin, dan yg paling ga bakal gue lupain pas itu telapak kaki gue dijahit 4jahitan gara-gara kena keramik di kamar mandi dan saat itu gue bener-bener berjuang buat bisa ngibarin bendera waktu itu dan gue bisa (y) walaupun banyak juga yang negeremihin gue tapi gapapa lah yang penting bisa buat orangtua bangga.
9. Baru kelar ngadain Diklat Sargap Paskibra Sekolah Kota Pangkalpinang 2011
10. Tinggi dan Berat Badan, 168 cm dan 58 kg
11. fanatik banget sama BAMBANG PAMUNGKAS
12. Gue orangnya moodyan
13. Love God, my parent, my family, my best friend
14. Belom bisa naik motor sampe sekarang alesannya ga tau kenapa apa karna takut atau males masih ga jelas. hehe ._.v
15. Nama kelas gue sekarang Professor ( Paradise Of Genius Student Science Four) SMANSA 2010/2011
16. Sering dipanggilin Kroco sama anak kelas dan saat itu juga gue marah sama mereka. gatau apa artinya yg jelas kayaknya artinya itu cupu atauapalah
17. Paling suka sama lagunya Daughtry yang September
18. Sekarang lagi nonton Uya Kuya
19. Udah satu minggu kelar Mid test tapi gatau hasilnya gimna. dooain ajalah baik. amin ya allah
20. Nomer punggung sosok kharismatik penggugah hatiku BAMBANG PAMUNGKAS
21. Masih sering bergantung sama Abell kalo mau kemana-mana. jelas lah guenya ga tau naik motor
22. Pasukan 17 pas pengibaran 17 Agustus 2010 paling depan loh wahahaha
23. Anak kedua dari 3 bersaudara, bingung juga mau nulis apalagi
24. 2 Nomer sebelum 26 dan gue paling suka baca novel sama nonton termasuk online
25. Pake kacamata yg minus 1,25 gagang frame nya warna pink elah sok manis banget kan?
26. Muka gue jelek banget idungnya pesek, hihi I swear it true.
"Setiap orang mempunyai sisi gelap dalam hidupnya begitu juga anda, saya maupun mereka. Akan tetapi hal tersebut tidak seharusnya menjadi sebuah penghalang bagi kita untuk mengejar cita-cita"
copypaste dari salahsatu tulisan Bambang Pamungkas di websitenya. okey
Label:
AAP,
activities,
dear...............,
wish
EARTH HOUR + THIS EARTH HOUR, GO BEYOND THE HOUR
What will you do? In March 26 at 8.30 PM?
Turn back the clock on Earth Hour and discover why, how, where and when it all started.
Rally your friends and family and make it a night to remember.
make one single action representing to start of your personal journey of commitment to a more sustainable earth.
Label:
activities,
dear...............,
earth hour,
wish
Diklat Sargap Paskibra Sekolah Tahun 2011
Kurang lebih diikuti oleh 12 SMA di Pangkalpinang dengan jumlah peserta 129 orang ( Putra 71, Putri 58 ). Dilaksanakan pada tanggal 23 Maret 2011 - 25 Maret 2011 di SKB (Sanggar kegiatan belajar) Tuatunu, Pangkalpinang. 3 hari pelatihan mungkin belum cukup untuk melatih mental. Tapi dari pada tidak sama sekali ya lumayan lah. sekitar pukul 08.00 kami termasuk saya, senior 2010 kumpul di SKB untuk mengadakan persiapan untuk acara pembukaan nanti. Mulai dari membereskan aula, barak putra dan putri dan melakukan gladi untuk acara tantingan dan pembukaan. Acara pembukaan sukses dilaksanakan (y). yeahh dilanjutin semua peserta masuk ke barak masing-masing. kemudian malam nya diisi materi. Keesokan harinya acara rutinitas pun dilaksanakan seperti biasanya kayak makan, pengisian materi lari pagi dan latihan pbb. Sampailah di acara puncak Diklat pukul 12.30 tanggal 24 Maret 2011yaitu Jurik Malam, seluruh peserta dibangunkan dari tidur nyenyak mereka. Para senior pun sudah siap pada pos masing-masing. Saya kebagian Pos 8 dan itu merupakan pos terakhir dari Jurik malam dan tempatnya tidak terlalu jauh dari kuburan tuantunu. woooo menyeramkan bukan? yeah its true. saya ditemani oleh kartika dan Zaki menunggu didepan rumah penduduk. Karena pos kami merupakan pos terakhir maka kami harus menunggu peserta untuk melewati pos-pos sebelumnya hingga sampai di pos kami, sekitar 1jam kurang lebih. Hal yg saya lakukan pada saat itu adalah terus berdoa, mata sangat berat tapi tidak bisa tidur karena ketakutan dan tidak tenang. Seluruh peserta akhirnya tiba di pos kami dan saat itu lah tugas pun saya laksanakan. setelah selesai dilanjutkan dengan acara renungan suci dimana seluruh peserta dikumpulkan di aula untuk melakukan renungan dan acara tanda tangan di sehelai kertas putih berukuran 4 meter. Kemudian peserta diberikan waktu untuk istirahat dan membereskan barak masing-masing sebelum acara penutupan dimulai. Setelah melakukan sarapan pagi, acara penutupan pun dimulai. setelah selesai seluruh peserta dipulangkan kerumah masing-masing. Tapi tidak untuk senior, para senior harus membersihkan seluruh ruangan SKB muali dari aula sampai barak putra dan putri. Tepatnya pukul 12.30 setelah sholat jum'at selesai, saya dan abell dijemput oleh papa untuk pulang.
anw, Congrats for Diklat Sargap Paskibra Sekolah Kota Pangkalpinang Tahun 2011 and I hope young people of Indonesia have the mental strength to continue to build a better Nation.
Label:
activities,
dear...............,
Diklat Sargap 011,
TS ~,
wish
Saturday, March 19, 2011
Saturday night !
Liat jam kaget ternyata udah jam 15:48 WIB, ga sadar kalo udah mantengin laptop sekitar 5jam-an ga pake makan pulak cuma ngemil risol buatan nyokap sampe 6biji. wuahaha how a rich i am. Bentar lagi cabs kerumahnya agol trus langsung kerumah tama. ini bingung mau bawa baju apa aja maklum baru pertama kali nginep dirumah temen dan untungnya gue izin pas hati nyokap lagi lembek jadi nyokap njeh-njeh aja (baca: nurut-nurut aja) Lol.Tiket kabaret udah ditangan sekitar jam 7 berangkat dari rumah tama ke Gedung Dharma Wanita. dan bodohnya lagi gue gatau Gedung Dharma Wanita itu dimna. Duh kayak mau berangkat kemana aja. Padahal cuma mau nonton Kabaret Loro Jonggrang yg dimainin sama Teater Gita Persada Smansa. Dan lagi-lagi gue kayak orang kampung yang ga pernah nonton bioskop. aduh zaman sekarang masa ga pernah nonton bioskop sih? sekampung-kampungnya orang kampung udah pernah kali nonton bioskop. dan kembali ke topik awal Semoga kabaretnya sukses kayak di film-film luar negri gitu kayak titanic halah apalah gue ngawur kemana-mana cerita Loro Jongrang ga nyambung kali sama cerita Titanic yg begitu legendaris. Odong banget lah gue
Oke, HAPPY SATURDAY NIGHT, I HOPE BE N ICE NIGHT GOD AND SINGLE IT DOESN'T
MEANS THAT MY SATURDAY NIGHT FEEL GLOOMY BUT I HAVE BELOVED FRIENDS WHO MAKE MY DAYS CHEERFUL ♥
Label:
activities,
dear...............,
wish
untitled!
Nahlo setiap gue baca blog-blog temen gue pada pamer sms sama pacar nya ni yeeeee. nah gue? -_-"
isi inbox gue cuma ya dari temen-temen cewek gue. gapapalah kan ya? I'm single and very happy. dan lucunya si oky ngecheck inbox gue sok sok kaget gitu trus bilang " loh dell kok isi inboxnya cewek semua? " gue jawab dengan muka polos " kayak gatau aja ky --" hahaha" (sengaja nih size fontnya gue gedein. haha)
isi inbox gue cuma ya dari temen-temen cewek gue. gapapalah kan ya? I'm single and very happy. dan lucunya si oky ngecheck inbox gue sok sok kaget gitu trus bilang " loh dell kok isi inboxnya cewek semua? " gue jawab dengan muka polos " kayak gatau aja ky --" hahaha" (sengaja nih size fontnya gue gedein. haha)
Label:
activities,
dear...............
Thursday, March 17, 2011
How to save the world
This about nature, people, peace, war, life, and trying
"Human beings and the natural world are on a collision course. No more than one or a few decades remain before the chance to avert the threats we now confront will be lost and the prospects for humanity immeasurably diminished. A great change in our stewardship of the Earth and life on it is required if vast human misery is to be avoided and our global home on this planet is not to be irretrievably mutilated."
Keep Your World Clean
Marilyn M. Linford
Marilyn M. Linford
It's your world and my world too;
There are things that we can do
To help our world be safe and clean
From litter, trash, and other things,
Here's what we'll do--
We may be small but we can know
Just where our litter ought to go.
We'll put our litter in the can
And lend our world a helping hand,
That’s what we'll do--
Recycling is nothing new
And we can learn to do it too.
When we are careful not to waste
Our world will be a cleaner place,
For me and you--
It's your world and my world too;
These are things that we can do.
When we take care of our own space
Our world will be a safer place,
Won’t you help too---?
It's your world and my world too.
It's your world and my world too.
There are things that we can do
To help our world be safe and clean
From litter, trash, and other things,
Here's what we'll do--
We may be small but we can know
Just where our litter ought to go.
We'll put our litter in the can
And lend our world a helping hand,
That’s what we'll do--
Recycling is nothing new
And we can learn to do it too.
When we are careful not to waste
Our world will be a cleaner place,
For me and you--
It's your world and my world too;
These are things that we can do.
When we take care of our own space
Our world will be a safer place,
Won’t you help too---?
It's your world and my world too.
It's your world and my world too.
Label:
dear...............,
wish
Subscribe to:
Posts (Atom)











